Sondag, 07 April 2013

cara mendapatkan anak laki-laki atau perempuan menurut pandangan islam

Target dari perkawinan laki-laki dengan perempuan adalah mendapatkan anak laki-laki atau perempuan. Bila sudah dikarunai anak laki-laki, tentu pasangan suami-istri mengharapkan dikaruniai anak perempuan. Begitu pun sebaliknya. Maka mereka pun berusaha dan berdoa.

Bagi orang beriman, doa adalah senjata perjuangan untuk meraih sesuatu yang mereka idam-idamkan. Usaha saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan doa permohonan kepada Sang Khaliq, Allah Yang Maha Pencipta, yang menciptakan nenek mereka, orang tua mereka, diri mereka, dan anak-anak mereka.

Ingatlah selalu firman-Nya dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 186: Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Melalui doa dan berbagai usaha yang tidak membuat Allah murka, keinginan pasangan suami-istri mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan insya Allah dikabulkan. Hindari usaha yang diharamkan-Nya, dan lakukanlah usaha yang dihalalkan-Nya.
Seperti mengatur seberapa masuknya penis suami ke dalam vagina istri. Jika menginginkan anak berjenis kelamin perempuan, masuknya penis setengah dalam dapat memperbesar peluang untuk mendapatkannya. Logikanya, ketika sperma disemprotkan dengan perjalanan yang lebih jauh, maka sperma XY (si pelari cepat) akan lebih dulu gugur dan menyisahkan sperma XX untuk mencapai sel telur dalam kondisi selamat.

Bacalah berita yang bagus di Tabloid Keluarga Nova berjudul "Pilih-pilih jenis kelamin anak" di bawah ini:

Ingin anak laki-laki atau perempuan? Konon, sekarang ingin anak laki-laki atau perempuan bisa diupayakan. Simak saja beberapa cara yang bisa dilakukan.
Banyak pasangan menginginkan buah hatinya lahir dengan jenis kelamin tertentu. Apalagi bila suatu pasangan sudah diberi momongan sebelumnya, berharap kelahiran jenis kelamin anak keduanya dapat sesuai dengan keinginannya. Alasannya klasik, agar lengkap.
Sayangnya, prosedur bayi tabung yang memungkinkan untuk itu tak bisa dilakukan dalam upaya mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu. Selain mahal, etika kedokteran memang tak mengijinkan melakukan bayi tabung di luar alasan membantu upaya memiliki anak.
Namun, tak perlu berkecil hati. Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan anak laki-laki atau perempuan. Mulai dari sistem kalender sampai memanfaatkan cuka atau soda kue sebagai pembasuh vagina, dapat dilakukan untuk mengupayakannya.
Inilah yang berusaha disampaikan dr. Ryan Thamrin,Sp.OG dari klinik Arthasari Cibubur dan dr.Anthony R.Widjaja,SpB dari Fakultas Kedokteran Universitas Tri Sakti Jakarta.

Cuka dan Soda Kue
Mengupayakan memiliki momongan laki-laki ataupun perempuan konon bisa dengan menggunakan cuka atau soda kue sebagai pembasuh vagina. Menurut Ryan, hal ini dapat saja dilakukan karena sperma XY (pembawa gen laki-laki)dan XX (pembawa gen perempuan) memiliki reaksi tertentu terhadap keasaman dan suasana basa dalam vagina.
Secara ilmiah, sperma XX memang memiliki sifat yang lebih tahan terhadap keasaman dibanding sperma XY. Oleh karena itu, jika vagina dalam suasana asam, sperma XY bisa terseleksi lebih dulu sebelum mencapai sel telur dalam rahim.
Nah, untuk mendapatkan suasana asam pada vagina, dapat dengan cara membasuhkan campuran air dengan sedikit cuka pada vagina sebelum melakukan hubungan intim dengan pasangan. Dengan demikian akan memperbesar peluang didapatkan anak perempuan.
Sedangkan untuk mengupayakan jenis kelamin anak laki-laki, bisa diupayakan dengan membasuhkan campuran air dan soda kue pada vagina sebelum berhubungan intim. Soda kue bisa menciptakan suasana basa pada vagina. Dengan menggunakan soda kue sebagai pembasuh vagina, sperma XY yang lebih tahan akan basa dapat membuahi sel telur dalam rahim.

Setengah Masuk Atau Dalam
Mengupayakan anak perempuan dan laki-laki bisa juga ditentukan dari seberapa dalam masuknya penis ke vagina. Menurut Ryan,hal ini berkaitan dengan karakter sperma XY yang sifatnya seperti 'pelari cepat' dan sperma XX yang bersifat seperti 'pelari maraton'.
Sperma XY yang berkarakter seperti pelari cepat umumnya memiliki stamina tak sekuat XX, tetapi bergerak lebih cepat untuk mencapai sasaran. Jika saat berhubungan intim penis suami masuk lebih dalam,maka dapat memperbesar peluang sperma XY sampai lebih dulu ke sel telur dan melakukan pembuahan. Maka dengan masuknya penis yang dalam ini, dapat memperbesar peluang didapatkan anak laki-laki.
Sedangkan sperma XX yang bergerak lebih lambat, memiliki stamina lebih kuat dari pada sperma XY. Sperma XX pun mampu bertahan lebih lama untuk mencapai sel telur dan melakukan pembuahan.
Jika menginginkan anak berjenis kelamin perempuan, masuknya penis setengah dalam dapat memperbesar peluang untuk mendapatkannya. Logikanya, ketika sperma disemprotkan dengan perjalanan yang lebih jauh, maka sperma XY (si pelari cepat) akan lebih dulu gugur dan menyisahkan sperma XX untuk mencapai sel telur dalam kondisi selamat.

Masa Subur
Memperhatikan masa subur dalam mengupayakan kehamilan juga dapat berpengaruh pada probabilitas jenis kelamin anak laki. Sel telur matang dapat bertahan selama 12 jam setelah dilepaskan dari ovarium. Atau, hal ini umum disebut sebagai masa ovulasi.
Sedangkan sperma dapat bertahan sampai sekitar 3 hari di dalam tubuh wanita.
Namun sekali lagi, dikaitkan dengan karakter dan ketahanan sperma XY dan XX, tentu tak seluruh sperma mampu bertahan selama kurun waktu itu di dalam rahim. Sperma XY yang memiliki sifat lebih cepat musnah akan tersortir lebih dulu dibanding sperma XX.
Oleh karena itu, berhubungan intim 1-2 hari sebelum masa ovulasi akan memperbesar kemungkinan mendapatkan anak perempuan. Dan berhubungan intim dalam masa 12 jam setelah sel telur matang dilepaskan, akan memperbesar kemungkinan mendapatkan anak laki-laki.

Daging dan Sayur
Mengupayakan jenis kelamin anak juga dapat dikaitkan dengan konsumsi jenis makanan tertentu. Misalnya jika ingin anak perempuan, istri harus lebih banyak makan daging dan suami lebih banyak makan sayuran.
Jika ingin anak laki-laki, sang istri harus lebih banyak makan sayuran sementara suami lebih banyak makan daging. Menurut Ryan, alasan konsumsi makanan tertentu ini tak ubahnya dengan membasuh vagina dengan cuka maupun soda kue. Intinya, sama-sama mengupayakan suasana asam ataupun netral pada vagina, sehingga didapat jumlah sperma XX dan XY yang lebih dominan.
Mengonsumsi lebih banyak sumber nabati seperti sayuran dibandingkan sumber protein hewani, dipercaya dapat mempengaruhi suasana vagina menjadi lebih netral. Sehingga, bila dikombinasi dengan suami yang mengonsumsi daging dapat meningkatkan produksi sperma, dan memperbesar kemungkinan didapat anak laki-laki.
Sedangkan jika istri mengonsumsi lebih banyak daging, kemudian akan meningkatkan suasana asam pada vagina. Dikombinasi dengan suami yang lebih banyak mengonsumsi sayuran yang dapat membuat produksi sperma tak setinggi bila mengonsumsi banyak protein hewani dapat meningkatkan kemungkinan didapatkan anak perempuan.

Sistim Kalender
Selain cara-cara yang dipaparkan sebelumnya, Anthony juga mengemukakan metode mendapatkan anak laki-laki maupun perempuan berdasarkan bulan-bulan tertentu. Metode ini didapatnya ketika belajar akupuntur di negeri Cina.
Setelah Anthony berhasil mengkonversi penanggalan Cina ke dalam kalender yang umum digunakan di Indonesia, didapatkan hasil berupa tabel. Cara menggunakannya, usia ibu + 1 lalu lihat pada kolom bagian usia diatas. Cari jenis kelamin anak yang diinginka, tarik ke kiri untuk mendapatkan bulan-bulan dilakukan pembuahan,
Misalnya, wanita berusia 20 tahun bisa mengupayakan mendapat bayi laki-laki pada bulan Januari(lihat tabel).
Untuk usia ibu, memang perlu ditambah satu karena tabel masih menggunakan hitungan usia berdasarkan kalender Cina.
Namun menurut Anthony, cara ini hanya efektif dilakukan pada wanita yang memiliki siklus menstruasi normal dan teratur, serta memiliki jeda sekitar 28 hari. Di luar itu, cara ini tak bisa dikatakan efektif, bahkan tidak dijamin keakuratannya.
Di samping itu, Anthony pun menyarankan agar sang suami turut menjaga kualitas spermanya dengan menjaga kesehatan dan menahan hasrat seksual sampai 3 hari menjelang ovulasi. Sehingga akan didapatkan jumlah sperma yang cukup untuk mengupayakan kehamilan. (Tabloid Nova 17 -23 November 2008)


Namun, kembali lagi, senjata yang paling ampuh untuk mendapatkan anak yang diinginkan adalah berdoa kepada Allah. Dan doa yang berhasil dikabulkan Allah adalah doa orang-orang yang mau mengikuti mau-Nya Allah.
Apa saja yang dimaui Allah kepada kita, pasangan suami istri?
Kerjakanlah perintah-Nya dan jauhilah larangan-Nya.
When My servants ask thee concerning Me, I am indeed close (to them): I respond to the prayer of every suppliant when he calleth on Me: Let them also, with a will, Listen to My call, and believe in Me: That they may walk in the right way.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS 2:186)






  http://suksespernikahan.blogspot.com/2008/12/cara-mendapatkan-bayi-perempuan-atau.html

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking